Karya Seni Diaspora Asal Purwakarta di Amerika jadi Kado Unik Pejabat dan Artis

  • Whatsapp
Karya Seni Diaspora Asal Purwakarta di Amerika jadi Kado Unik Pejabat dan Artis

“Dalam seminggu cuman sekali, atau dalam sebulan cuman ada tiga,” kata Maulana.

Namun, biasanya Maulana kebanjiran pesanan saat musim wisuda tiba. Tetapi, tidak hanya mahasiswa yang menjadi pelanggannya, Maulana juga pernah menghasilkan karya seni untuk beberapa pejabat, bahkan artis.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, 2017 kalau enggak salah. Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, istrinya juga pernah, ketika menjabat jadi bupati, bu Anne, Ridwan kamil. Di kampus pejabat-pejabat rektor Al-Azhar, Russian University, Egypt, pejabat-pejabat lembaga kebahasaan di Giza pernah juga saya bikinkan. Sisanya selebriti, Najwa Shihab, Putri Ariani, Enzy Storia, Yuni Shara,” ujarnya.

Harga dari karya seni Maulana ini pun cukup beragam, mulai dari 200 ribu hingga 7 juta rupiah, tergantung ukuran dan kesulitan dari proses pembuatannya. Satu karya biasanya membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam.

“Makin kecil (polanya) semakin lama. Jadi sebenarnya yang menentukan bukan besar kecilnya (ukurang kertas), tapi seberapa kecil lubang-lubang pola yang perlu dipotong,” jelas Maulana.

“Meskipun sangat besar, tapi kalau polanya besar-besar ya, cepat juga,” tambahnya.

Tak jarang ia mendapat pesanan yang cukup unik dan menantang. Waktu itu iya diminta untuk membuat karya yang menampilkan sekitar 14 orang dengan ukuran yang besar dalam 1 karya seni.

“Mereka itu mengirimnya 1 foto dan mereka foto bersma. Sementara kendalanya adalah ketika bikin sketsa, kit butuh foto yang detil wajahnya jelas. Garis matanya, hidungnya, dan sebagainya. Sementara kalau foto bersama kan jaraknya jauh, kita zoom filenya juga keliatan runyam ya,” cerita Maulana.

Salah satu caranya adalah dengan meminta foto satu per satu dari ke-14 orang ini, yang kemudian ia jadikan satu dalam satu gambar. Tidak hanya pesanan yang unik, terkadang ia juga mendapat permintaan khusus dari pelanggannya.

“Bisa enggak misalnya pipinya dibikin tirus atau hidungnya lebih mancung atau apalah misalnya matanya lebih kecil,” ucap Maulana.

Diaspora Indonesia di negara bagian Maryland, Arya Winata, yang juga rekan kerja Maulana pernah mendapat karya seni Cutterme. Ia merasa senang dengan karya seni hasil buatan Maulana.

“Kalau saya lihat sih mirip sama saya, ya tembem-tembemnya mirip, gendut-gendutnya juga mirip. Dia potret saya disini sebagai pekerja dengan skateboard yang tinggal di tengah kota, karya ini memang time consuming dan meticulous banget memang bikinnya,” ujar Arya Winata kepada VOA.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *