Kabinet Perang Israel dengan Suara Bulat Putuskan akan Lanjutkan Operasi di Rafah

  • Whatsapp
Tentara Israel di dekat perbatasan dengan Jalur Gaza, di Israel selatan, Selasa, 7 Mei 2024. (AP/Tsafrir Abayov)

Departemen Luar Negeri AS lebih skeptis mengenai apakah kesepakatan itu memang telah tercapai, seperti diungkapkan oleh Matthew Miller, juru bicara departemen itu.

“Gencatan senjata sangat bisa dicapai. Sudah ada kesepakatan yang siap, sebuah proposal yang akan mencapai gencatan senjata segera dan pembebasan sandera. Sekarang, mengenai tanggapan Hamas, yang menurut saya sekali lagi akan menjawab pertanyaan Anda, saya tidak ingin menjelaskannya secara rinci sampai kami memiliki kesempatan untuk mempelajarinya secara mendalam dan membicarakannya dengan mitra-mitra kami di kawasan itu,” tegas Miller.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sementara itu, militer Israel telah memerintahkan warga Rafah untuk mengungsi sebelum operasi darat.

Laksamana Muda Daniel Hagari adalah juru bicara militer Israel. Dia mengatakan militer Israel memeriksa setiap jawaban dan tanggapan dengan sangat serius dan menemukan setiap kemungkinan mengenai negosiasi pemulangan sandera secepat mungkin. Pada saat yang sama, dia mengatakan, militer melanjutkan operasinya di Jalur Gaza dan akan terus melakukannya.

PBB menyatakan keprihatinannya atas serangan ke Rafah

Stephane Dujarric adalah juru bicara Sekretaris Jenderal PBB. Dia mengatakan: “Setiap peningkatan permusuhan akibat serangan besar-besaran ke Rafah akan mendorong warga dan pengungsi yang saat ini tinggal di sana melewati titik puncaknya.”

Dan Gedung Putih menyatakan keprihatinannya terhadap warga sipil setelah serangan udara di sana pada hari Senin, seperti dikatakan oleh John Kirby, juru bicara Keamanan Nasional.

“Tidak peduli apakah itu rudal atau roket: hal-hal yang membunuh orang yang tidak bersalah, itu tidak baik. Dan sekali lagi, presiden menegaskan bahwa kami tidak ingin melihat operasi di Rafah yang membahayakan satu setengah juta orang yang tinggal di sana,” tegas Kirby.

Orang-orang itu saat ini terjebak di tengah konflik Israel-Hamas. [Red]#VOA