Jembatan tersebut dibangun secara multiyears dengan spesifikasi yang sesuai, termasuk penggunaan semen dan besi yang memenuhi standar. Namun, kejadian ini membuat Samroni segera berkoordinasi dengan pihak perangkat desa dan dinas terkait untuk memeriksa kondisi jembatan dan menentukan langkah selanjutnya. “Kami akan berkoordinasi agar kejadian ini dapat segera ditangani,” pungkasnya.
Pantauan tim media di lokasi menunjukkan bahwa kerusakan pada jembatan cukup parah. Bagian plengseng sisi utara ambrol, tembok pengaman retak di kedua sisi, dan konstruksi bawah jembatan perlu dikaji ulang untuk memastikan kekokohan. Posisi badan jalan di sebelah selatan juga ambles.
Ada dua kemungkinan penyebab ambrolnya jembatan ini, yaitu bencana alam berupa banjir dan kemungkinan kelalaian atau kesalahan dalam konstruksi dan pemilihan material. TPK, sebagai pelaksana pembangunan, seharusnya memperhitungkan beban dan risiko bencana alam saat menentukan konstruksi dan material.








