Empat pusaka keramat yang dijamas—yakni tombak Kyai Singkir, Kyai Songgo Langit, serta dua payung pusaka Songsong Tunggul Wulung dan Tunggul Warono—diangkat secara sakral oleh Parogo untuk kemudian diserahkan kepada Pangasto Pusoko sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan simbolisasi kekuatan spiritual daerah.
Jamasan Empat Pusaka, Tradisi Sakral Iringi Hari Jadi Ngawi ke-667








