Indonesia Kecam Serangan Militer Israel ke Rafah

  • Whatsapp
Asap membubung dari lokasi serangan Israel di Rafah di selatan Jalur Gaza, 7 Mei 2024 di tengah konflik antara Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas. (Foto: AFP)

“Apa yang telah kami diberitahu oleh mitra-mitra Israel kami adalah bahwa operasi semalam terbatas dan dirancang untuk memangkas kemampuan Hamas menyelundupkan senjata dan dana ke Gaza,” kata Kirby kepada para wartawan.

Kirby menegaskan bahwa “Amerika akan akan terus memantau tindakan Israel dengan sangat cermat untuk melihat bagaimana perkembangannya.”

Ia juga menggarisbawahi urgensi “memastikan agar aliran bantuan kemanusiaan tidak terganggu, termasuk pembukaan kembali penyeberangan Rafah dan Kerem Shalom untuk bantuan kemanusiaan. Israel telah berkomitmen untuk membuka kembali Kerem Shalom atas permintaan Presiden Biden, dan kita harus melihat hal itu segera terjadi.”

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Pentagon, dalam konferensi pers terpisah, menegaskan kembali hal ini.

Menteri Pertahanan Israel Yoav didampingi para tentara berdiri di samping artileri Howitzer saat mengunjungi posisi pasukan Israel di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza di selatan Israel, Selasa, 7 Mei 2024. (Foto: Militer Israel via AFP)
Menteri Pertahanan Israel Yoav didampingi para tentara berdiri di samping artileri Howitzer saat mengunjungi posisi pasukan Israel di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza di selatan Israel, Selasa, 7 Mei 2024. (Foto: Militer Israel via AFP)

Menjawab pertanyaan wartawan tentang serangan Israel di dekat salah satu koridor yang merupakan zona penyangga kecil di perbatasan Gaza dengan Mesir, seorang juru bicara Pentagon, Sabrina Sing, mengatakan “kami tidak mendukung penutupan jalur darat ini. Kami ingin melihat bantuan kemanusiaan terus masuk… Kami tahu bahwa jalur darat adalah cara terbaik, paling efektif dan efisien untuk memasukkan bantuan kemanusiaan. Dan kami tahu bahwa situasi kemanusiaan di Gaza sangat mengerikan.”

Koridor ini didemiliterisasi berdasarkan ketentuan perjanjian perdamaian Israel-Mesir tahun 1979.

Hamas Bertekad Pertahankan Wilayah

Pejabat senior Hamas, Osama Hamdan, pada hari Selasa mengatakan pihaknya tidak akan menanggapi tekanan atau ancaman militer Israel, dan tidak akan menerima “pendudukan” di perlintasan Rafah.

“Gerakan dan perlawanan Palestina tidak akan menanggapi inisiatif apapun untuk menghentikan agresi atau kesepakatan pertukaran apapun di bawah tekanan militer atau eskalasi agresi,” katanya kepada para wartawan di Beirut, di mana ia berada.

Hamdan menyebut serangan Israel di penyeberangan perbatasan Rafah sebagai “kejahatan serius terhadap fasilitas sipil yang dilindungi oleh hukum internasional”.

“Bola ada di tangan Israel dan di tangan pemerintah Amerika karena sebelum kesepakatan ini disampaikan kepada kami, rincian yang kami sepakati telah disetujui oleh semua mediator, termasuk pihak Amerika. Jika Israel melanjutkan agresi mereka, kami pasti akan mempertahankan tanah kami, rakyat kami, dan hak-hak kami, dan jika itu diterima oleh Israel, kami akan mulai bekerja untuk mengimplementasikannya,” tambah Hamdan.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang dikelola Hamas, mengatakan hingga Selasa (7/5), lebih dari 34.700 warga Palestina tewas, sementara 70 ribu lainnya luka-luka akibat serangkaian serangan Israel selama tujuh bulan ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *