PORT-AU-PRINCE, HAITI ( DN ) – Penduduk ibu kota Haiti, Port-au-Prince pada abtu (9/3), mengamati kerusakan yang disebabkan oleh pecahnya kekerasan geng terbaru, yang mendorong kelompok bersenjata membakar istana presiden dan menyerang markas polisi.
Lionel Lazarre dari serikat polisi Haiti mengatakan polisi berhasil menghalau serangan tersebut dan beberapa “bandit” terbunuh. Dia mengatakan tidak ada anggota polisi yang termasuk di antara para korban.
Lazarre meminta kepada pihak berwenang untuk memperkuat polisi dalam menghadapi meningkatnya kekerasan.
Seorang reporter kantor berita AFP mengatakan bahwa sejumlah kendaraan yang terbakar tampak teronggok di luar kantor Kementerian Dalam Negeri Haiti dan di jalan-jalan terdekat.
Kondisi kemanusiaan terus memburuk di negara Karibia yang telah lama dilanda masalah tersebut. Sejumlah kelompok bantuan serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) telah memperingatkan akan kekurangan pasokan makanan dan obat-obatan setelah kelompok bersenjata melancarkan kekacauan yang meluas pada pekan lalu.









