Kota Tua Yerusalem Jelang Ramadan Lengang di Tengah Perang Gaza

  • Whatsapp
Warga Palestina berjalan melalui pasar menjelang bulan suci Ramadan di Kota Tua Yerusalem, 7 Maret 2024. (Foto: Leo Correa/AP Photo)

Menjelang bulan puasa Ramadan, Kota Tua Yerusalem tampak minim dekorasi khas Ramadan yang biasanya menghiasi kota itu

Hampir separuh toko suvenir bentuknya mirip gua kecil, tertutup rapat di balik pintu penutup dari metal. Jalan-jalan sempit menuju Masjid Al-Aqsa, situs tersuci ketiga umat Islam, sangat sepi.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tidak ada lampu-lampu hiasan dan lentera bersinar yang biasanya menjuntai di atas jamaah yang sedang terburu-buru ke masjid.

Persiapan Ramadan di Yerusalem, yang menjadi jantung spiritual konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung selama puluhan tahun, terhambat karena perang Israel-Hamas di Gaza, yang kini memasuki bulan keenam.

Dengan lebih dari 30.000 warga Palestina terbunuh di Gaza dan ratusan ribu lainnya kelaparan, tak banyak kesempatan untuk mengungkapkan kegembiraan.

“Ini akan menjadi Ramadan yang kelam,” kata Abu Mousam Haddad di depan kedai kopinya di dekat Gerbang Damaskus, salah satu pintu masuk utama Kota Tua.

Namun dalam beberapa hari ke depan, perhatian kemungkinan akan beralih dari Gaza ke Masjid Al-Aqsa, yang sering menjadi titik panas kekerasan Israel-Palestina yang meningkat dengan cepat di masa lalu.

Sejumlah muslimah mengunjungi Bukit Zaitun, menghadap Kubah Batu di kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Kamis, 7 Maret 2024. (Foto: Leo Correa/AP)
Sejumlah muslimah mengunjungi Bukit Zaitun, menghadap Kubah Batu di kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Kamis, 7 Maret 2024. (Foto: Leo Correa/AP)

Hamas, yang menggambarkan serangan terornya pada 7 Oktober di Israel selatan sebagai perjuangan untuk hak-hak Muslim di Al-Aqsa, kini berupaya melancarkan serangan tersebut. Harapan Hamas, serangan baru dapat melibatkan pasukan Israel di front baru dan meningkatkan pengaruhnya dalam perundingan gencatan senjata di Gaza.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *