LAMONGAN | MDN — Insiden ledakan maut yang disusul kebakaran di fasilitas produksi PT Superior Prima Sukses (SPS), produsen bata ringan Blesscon di Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, memasuki babak baru yang lebih serius. Jumlah korban meninggal dunia akibat tragedi industri ini resmi bertambah menjadi lima orang per Senin (21/9/2026), memicu desakan keras terhadap evaluasi menyeluruh sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Berdasarkan data kepolisian, bertambahnya korban jiwa ini memperpanjang daftar duka dari insiden yang sebelumnya mencatat empat pekerja meninggal dunia pada pertengahan September. Kelima korban tewas masing-masing teridentifikasi berinisial IS (36) asal Kedungpring, RF (20) asal Laren, F (31) asal Turi, MSF (25) asal Babat, dan AAW (31) yang merupakan warga setempat di Desa Warukulon, Pucuk. Sejumlah korban sempat mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) hingga dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Selain kelima korban jiwa tersebut, dua pekerja lainnya yakni SK (36) asal Simokerto, Surabaya, dan ADR (20) asal Laren, Lamongan, hingga kini masih berjuang melawan luka-luka dan mendapatkan perawatan medis intensif.








