Hasil akhir perolehan suara pemilu 2024 memang masih belum diketahui secara pasti karena KPU dan jajarannya masih terus melakukan penghitungan dan rekapitulasi suara secara berjenjang di seluruh daerah. Meskipun demikian hasil hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga telah menunjukkan bahwa pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming meraih suara tertinggi, jauh melampaui dua pasangan calon lainnya.
Meskipun tetap mengajak publik untuk menunggu pengumuman resmi KPU, Prabowo Subianto sudah langsung menyatakan kemenangannya Rabu sore (14/2), beberapa jam setelah hasil hitung cepat menunjukkan ia sudah tak terkejar lagi.
Empat hari kemudian capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mendorong partai-partai yang menjagokannya untuk menggulirkan hak angket dugaan kecurangan pemilihan presiden ke DPR. Menurutnya, hak angket – yang merupakan hak penyelidikan DPR – merupakan salah satu upaya untuk meminta pertanggungjawaban KPU dan Bawaslu terkait penyelenggaraan pemilu 2024, yang “sarat kecurangan terstruktur, sistematis dan masif (TSM).”
Dua partai besar yang mengusung Ganjar-Mahfud dalam pemilui presiden dan berada di DPR saat ini adalah PDI-Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Usul ini telah disampaikannya dalam rapat kordinasi Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud tanggal 15 Februari lalu.
“Jika DPR tak siap dengan hak angket, saya mendorong penggunaan hak interpelasi DPR untuk mengkritisi kecurangan pada Pilpres 2024,” kata Ganjar, di Jakarta, pada hari Senin (19/2).
Cikal Bakal Rezim Vetokratis?








