PEMALANG | DN – Malam Imlek 2026 di Kabupaten Pemalang bukan hanya dihiasi lampion dan doa kedamaian. Ironi justru menyelimuti wilayah ini: banjir kembali merendam sejumlah kawasan, sementara tumpukan sampah menebar bau menyengat di sudut-sudut kota. Dua masalah klasik yang seolah menjadi “bom waktu” bagi masyarakat Pemalang.
Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (15/2) malam membuat Kecamatan Pemalang dan Comal kembali terendam. Padahal luka akibat banjir bandang dan longsor di Watukumpul serta Pulosari akhir Januari lalu belum sepenuhnya pulih. Infrastruktur yang rusak belum tuntas diperbaiki, kini warga kembali harus berjibaku dengan air bah.
Namun banjir bukan satu-satunya musuh. Pantauan MDN di lapangan menunjukkan kondisi darurat sampah yang kian tak terkendali. TPS Mengori dan TPS Bojongbata tampak overload, sampah meluber hingga ke badan jalan. Di pasar-pasar tradisional, tumpukan sampah menumpuk tanpa terangkut, menyumbat drainase dan memperparah genangan.








