‘’Dinas Kesehatan sudah melakukan penyuluhan, penyebaran informasi melalui media sosial, mesjid, siaran keliling, anjuran untuk Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pembagian bubuk abate, dan untuk kegiatan fogging, dilakukan pada desa yang sudah ada penderita positif DBD,’’ jelas Miskia.
Lanjut dia, pihaknya terus melakukan pemantauan kewaspadaan DBD melalui laporan surveilance dari masing-masing wilayah kecamatan se Kabupaten Nunukan.
Berdasarkan hasil laporan surveilance, hingga pekan ke 13 terdapat 192 kasus suspek DBD yang tersebar di 13 faskes di wilayah Kabupaten Nunukan.
Dari angka kasus suspek tersebut, 92 diantaranya dinyatakan positif DBD.








