Belajar di Mushola, Bertahan di Tengah Banjir: Kisah Siswa SDN Somosari Lamongan

  • Whatsapp

Kebijakan ini terutama ditujukan bagi siswa kelas lima dan enam yang akan segera menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sementara itu, siswa kelas satu hingga empat mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah masing-masing.

Guru SDN Somosari, Masykur, menjelaskan keputusan tersebut diambil demi menghindari risiko kecelakaan.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Kelas satu sampai empat daring, kelas lima dan enam belajar di mushola. Kalau di ruang kelas tidak memungkinkan karena masih terendam dan berlumut. Kita menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Meski harus berdesakan di ruang mushola yang sederhana, semangat belajar para siswa tetap terlihat. Auliyah, salah satu siswi kelas enam, mengaku tetap senang bisa bertemu teman-temannya meski suasana belajar kurang nyaman.

“Sudah dua minggu terendam banjir, sekarang belajarnya di mushola, tapi tetap senang bisa sekolah,” katanya dengan senyum.

Pihak sekolah berharap banjir segera surut agar kegiatan belajar dapat kembali normal. Selain itu, mereka juga meminta perhatian pemerintah daerah untuk melakukan rehabilitasi bangunan sekolah, termasuk peninggian lantai agar SDN Somosari tidak lagi menjadi langganan banjir setiap musim hujan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *