Chung mengatakan mendapat izin meninggalkan Hong Kong dengan mengatakan ia ingin berlibur ke Okinawa, Jepang, dan meminta bantuan begitu ia berada di luar wilayah China.
Seraya menyebut dirinya sebagai seorang “eksil Hong Kong,” Chung mengatakan mustahil baginya untuk kembali ke Hong Kong dalam waktu dekat.
“Saya percaya bahwa hanya dengan upaya kolektif rakyat Hong Kong maka Hong Kong dapat kembali menjadi tempat yang kita banggakan,” tulisnya. “Saya percaya bahwa selama rakyat Hong Kong tidak pernah menyerah, benih-benih kebebasan dan demokrasi akan bersemi kembali.”
Chung sebelumnya adalah pendiri Student Localism, sebuah kelompok kecil yang didirikan lima tahun silam sewaktu ia menjadi seorang pelajar sekolah menengah untuk mengadvokasikan kemerdekaan Hong Kong dari China.
Pemisahan diri dari China ketika itu merupakan pandangan marginal di Hong Kong meskipun seruan bagi pemerintahan sendiri menjadi semakin vocal selama protes 2019.








