LAMONGAN | DN — Gelombang ganas perairan Kalimantan Selatan kembali membawa duka bagi dunia perikanan tangkap Kabupaten Lamongan. Seorang Anak Buah Kapal (ABK) muda bernama Tio (25), warga Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran, dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari atas kapal tempatnya bekerja pada pertengahan Agustus 2026.
Insiden naas tersebut dialami korban saat kapal penangkap ikan KM Titipan Ilahi 5 tengah beroperasi di tengah laut lepas. Menurut informasi yang dihimpun, korban mendadak hilang dari pengawasan rekan-rekannya sesama kru kapal usai diduga terlempar ke laut akibat guncangan atau kecelakaan kerja.
Upaya pencarian mandiri langsung dilakukan oleh seluruh anak buah kapal. Setelah menyisir titik koordinat tempat kejadian, jasad korban akhirnya berhasil ditemukan mengapung pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Pasca-evakuasi jasad almarhum ke atas geladak, nahkoda KM Titipan Ilahi 5 memutuskan untuk menghentikan seluruh aktivitas penangkapan ikan. Kapal langsung berbalik arah membelah lautan menuju Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Lamongan, guna memulangkan jenazah korban ke rumah duka.
Kabar meninggalnya sosok pemuda berjiwa pekerja keras tersebut memicu simpati dan duka mendalam di lingkungan tempat tinggalnya. Warga tak menyangka pelayaran Tio kali ini menjadi tugas terakhirnya.








