LAMONGAN | DN – Lebaran biasanya identik dengan suasana hangat, rumah yang bersih, dan aroma masakan khas yang menggoda. Namun bagi keluarga Sutono di Dusun Gendol, Desa Gempolpendowo, Kecamatan Glagah, Lamongan, Idulfitri kali ini terasa berbeda. Empat bulan sudah rumah mereka terendam banjir akibat luapan Bengawan Jero, dan genangan itu belum juga surut.
Di rumah sederhana yang dikelilingi air setinggi betis, dapur tak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Peralatan memasak dipindahkan ke ruang tamu yang lebih tinggi. “Biasanya menjelang Lebaran kami sibuk bikin kue, sekarang malah sibuk menguras air,” ujar Sutono sambil tersenyum getir.
Istrinya, Sumiati, tetap berusaha menjaga tradisi. Meski terbatas, ia menanak ketupat dengan tungku darurat yang diletakkan di atas meja kayu. “Anak-anak tetap menunggu ketupat, jadi kami usahakan ada meski seadanya,” katanya.








