Seberapa Efektif Upaya Kurangi Sampah Dibanding Memproduksi Sampah?

  • Whatsapp
FILE - Seorang lelaki berjalan melewati tumpukan sampah di sebuah pantai di perkampungan nelayan Teluk Pandeglang, Banten, 15 Maret 2024. (Willy Kurniawan/REUTERS)

Sampah masih menjadi masalah utama di Indonesia, khususnya di perkotaan yang jumlah penduduknya terus meningkat. Upaya mengurangi volume sampah seakan beradu cepat dengan produksi sampah yang dihasilkan masyarakat.

Indonesia merupakan satu dari lima negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, yang berarti turut menyumbang produksi sampah dunia secara signifikan. Menurut perhitungan Greenation Indonesia, setiap orang di Indonesia menghasilkan rata-rata 0,5-0,7 kilogram sampah per-hari.Pendiri Greenation Indonesia, yang juga Managing Director Waste4Change, Mohammad Bijaksana Junerosano, memperkirakan produksi sampah oleh seluruh penduduk Indonesia mencapai 175.000 ton per-hari, atau sekitar 63,8 juta ton per-tahun yang setara dengan 4.800 bangunan Candi Borobudur.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Bijaksana Junerosano mengatakan, tidak terkelolanya sampah dengan baik akan dapat meminbulkan berbagai masalah serius, termasuk kerusakann lingkungan, dan gangguan kesehatan masyarakat. Pengurangan konsumsi produk yang menghasilkan sampah, kata Bijaksana, menjadi cara efektif untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Caranya apa, aku mengurangi konsumsi itu contohnya, pembatasan, membatasi konsumsi. Kemudian secara sistemik juga perusahaan-perusahaan yang menghasilkan produk, produsen-produsen juga bisa mengikuti upaya pengurangan. Contoh, kemasannya itu dibuat menjadi lebih tipis, jadi secara bobot, secara berat itu dia lebih enteng. Kemudian dia mengurangi jumlah kemasan, nggak usah dobel-dobel. Ada itu produk yang kemasannya itu dobel tiga, ada kertasnya, ada alumuniumnya, ada plastiknya itu, bisa tidak dikurangi sehingga jumlah sampah jadi berkurang,” jelasnya.

Tempat pembuangan dan pembakaran sampah plastik secara terbuka di Sidoarjo, Jawa Timur, Februari 2023. (Petrus Riski/VOA)
Tempat pembuangan dan pembakaran sampah plastik secara terbuka di Sidoarjo, Jawa Timur, Februari 2023. (Petrus Riski/VOA)

Peran serta masyarakat dalam mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPS maupun TPA, juga dipengaruhi kebiasaan perilaku masyarakat dalam memperlakukan sampah. Wahyu Oktorianto, pengelola Bank Sampah Pin-Pin, di RT 5-RW 6 Kelurahan Sambikerep, Surabaya, mengatakan kebiasaan warga yang langsung membuang sampah tanpa memilah karena sudah ada petugas yang mengambil sampah memperlambat upaya pengurangan volume sampah.

“Kalau sudah dalam zona nyaman, mereka mempunyai sampah dibuang ke tempat sampah, dia membayar ke petugas sampah, selesai. Tapi, di sini mereka kan akhirnya harus memilah dan memilih, mana yang bisa dijual, mana yang bisa masuk ke tempat sampah, dan mana yang masuk ke dalam pengolahan sampah organik. Nah, itu yang menjadi kendala buat kita awalnya untuk mengajak mereka,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *