Mereka, tambah Sayed, juga membayar sejumlah uang kepada kapten kapal untuk keluar dari kamp Cox’s Bazar di Bangladesh. Namun, saat ini kapten kapal tersebut telah melarikan diri.
“Dia tidak ada di sini. Dia telah pergi dua jam sebelum kami mendarat di sini. Tiga orang (termasuk kapten kapal) pergi menggunakan kapal lain,” ungkap Sayed.
UNHCR Indonesia Akui Ada Kendala
Perwakilan UNHCR Indonesia, Yanuar Farhanditya, mengatakan lokasi pendaratan etnis Rohingya itu sangat sulit diakses sehingga ada sedikit kendala dalam memberikan bantuan.
“Diharapkan pemerintah dapat menentukan lokasi agar kami bisa segera memindahkan pengungsi ke lokasi yang lebih mudah dijangkau. Saat ini mereka hanya berlindung di shelter sederhana,” katanya kepada VOA melalui pesan singkat.
“UNHCR bersama IOM telah mengunjungi lokasi tersebut dan tengah bekerja sama dengan pemerintah dan aparat setempat. Kami juga akan melakukan pra-registrasi (pendataan awal) dalam waktu dekat,” tandasnya.
Sebelumnya, Penjabat Gubernur Sumatra Utara, Hassanudin, mengatakan penanganan pengungsi etnis Rohingya itu akan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Mereka sudah dilokalisasi di suatu tempat yang tidak bisa kontak langsung dengan masyarakat. Kita sudah memberikan bantuan sesuai kebutuhan dasar. Nanti akan ditangani sesuai mekanisme yang ada,” ujarnya, Minggu (31/12) malam. [Red]#VOA








