Tergolong Kitab Berat, 23 Manuskrip Sampurnan Berhasil Didigitalisasikan

  • Whatsapp

Sementara itu salah satu perwakilan BRIN, Agus Iswanto menjelaskan bahwa 23 kitab manuskrip yang didigitalisasi ini tergolong kitab-kitab yang ‘berat’. Fan ilmu dari KH. Abu Ishaq Madyani juga bermacam-macam, mulai dari fiqih, tasawwuf, tauhid, hadits dan sebagainya. Sebut saja kitab Mufid, Nahwu, Shorof, juga beberapa qasidah.

“Dari beberapa kitab yang sudah didigitalisasi, ada banyak pengetahuan yang kita dapatkan, baik tentang pondok Qomaruddin, sanad keilmuan, atau keilmuan lain. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Gus Oni. Nanti hasil digitalisasi, akan kami kirimkan melalui tim Turats Sampurnan,” ujar Agus Iswanto.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Menurut keterangan Ketua Lajnah Turats Sampurnan, Ki Wasil Amin, jumlah naskah manuskrip Sampurnan yang sudah didigitalisasikan hingga kini ada sekitar 250-300 manuskrip.

Sementara Penanggung Jawab Lajnah Turats Sampurnan, K. Mudlofar Usman menuturkan bahwa upaya pelestarian manuskrip Sampurnan ini mempunyai beberapa tujuan, diantaranya pengabdian keilmuan para masyayikh, silaturahmi, menjaga jariyah keilmuan, mencari jejak sanad, serta menggali nilai-nilai perjuangan para masyayikh.

“Dari penyelamatan manuskrip ini kita bisa mendapat banyak hal. Karena itu penting untuk dilakukan. Untuk melakukannya, butuh dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak. Tidak bisa sendirian,” tutur K. Mudlofar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *