Aksi penyiksaan diri kemudian dipertajam dengan pemecutan menggunakan pecut yang terbuat dari sodo aren (lidi aren). Mereka saling mencambuk secara bergantian.
Dr. Mokhamad Muhsin M.Pd., selaku kepala dinas pendidikan kabupaten Kediri mengatakan bahwa Harapan dari warga purwokerto dan sekitarnya setelah diadakan kesenian tiban cambuk berdarah semoga hujan yang didambakan turun meski bukan musimnya. Hujan itu disebut Hujan Tiban. Kegembiraan rakyat tidak dapat digambarkan. Mereka bersyukur.
Ritual saling cambuk itu kemudian dinamakan Tiban dan diteruskan oleh masyarakat setempat secara turun temurun. Ritual digelar setiap musim kemarau dan diselenggarakan di pasar rojokoyo purwokerto sewaktu sawah dalam keadaan kering.
“Grebeg suro desa purwokerto tahun 2024 sekaligus kita rangkai dengan hari ulang tahun kemerdekaan republik indonesia yang ke-79 dan diteruskan atau kita kembangkan menjadi tari kolosal dengan peserta 790 penari.
harapan Dari Dr. Mokhamad Muhsin M.Pd,. acara di desa Purwokerto dengan tema grebeg suro tahun 2024 adalah membangun kearifan budaya lokal yang berkarakter untuk masyarakat purwokerto di purwokerto seni tiban ini menjadi salah satu aset daripada pemerintah kepenting kediri yang telah dipatenkan pada tahun 2021 atas kerja keras daripada pemerintah kabupaten kediri.








