Lebih jauh ia menyadari bahwa dalam situasi saat ini akan sangat sulit mendapatkan keadilan karena “berbagai lembaga negara yang terkait penyelenggaraan pemilu dan penyelesaian sengketa telah terkooptasi oleh oknum-oknum yang terbukti melanggar etik, bahkan ketuanya sampai berkali-kali mendapat peringatan, tapi tetap dibiarkan menjalankan perannya.”
Ia mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa meskipun sudah ada hasil pemilu, merupakan hal yang penting untuk memastikan agar “proses pemilihan berlangsung terbuka, adil, dan bebas dari tekanan, untuk menjamin agar semua suara yang memenuhi syarat akan didengar dan dihormati. Proses ini penting untuk dijaga agar memastikan legitimasi, kepercayaan dan inklusifitas hasil.”
KPU Tetapkan Prabowo Sebagai Pemenang Pilpres 2024
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rabu malam (20/3) mengumumkan hasil rekapitulasi nasional pemilihan presiden, yang menunjukkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai pemenang, mengalahkan dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden lainnya, yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Pengumuman ini disampaikan Rabu malam setelah KPU menyelesaikan seluruh rekapitulasi suara di 38 provinsi dan 130 PPLN.
Pengumuman KPU ini dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto, Kepala BRIN Budi Gunawan dan sejumlah saksi. [Red]#VOA







