Insiden kecelakaan kerja pernah menimpa PT ITSS sebelumnya. Pada 24 Desember 2023, ledakan di tungku pabrik smelter menewaskan 21 pekerja dan melukai puluhan lainnya. Henry menggarisbawahi bahwa berulangnya insiden tersebut disebabkan oleh perusahaan yang lebih mengutamakan keuntungan daripada keselamatan dan kesehatan pekerja.
“Secara umum memang sangat bobrok, kami dari Serikat Buruh Industri Pertambangan dan Energi Morowali menyampaikan agar ini disampaikan kepada ke Pak Presiden Jokowi, termasuk Luhut, yang terus membangga-banggakan itu hilirisasi sementara mereka tidak tahu bagaimana aspek penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja-red) di dalam hubungan ketenagakerjaan hilirisasi yang ada di Morowali,” papar Henry.
Bantah Adanya Ledakan
Manager Media Relations PT IMIP, Dedy Kurniawan, membantah bahwa kecelakaan yang melukai dua karyawan PT ITSS disebabkan oleh ledakan di tungku smelter. Dedy menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi saat beberapa karyawan sedang membersihkan lantai pabrik dari ceceran terak baja. Untuk memudahkan pembersihan, dilakukan pemotongan terak baja. Setelah pemotongan, seorang karyawan tiba-tiba menyiram air pada terak baja yang baru dipotong dengan tujuan mempercepat pendinginan.
“Namun akibatnya, usai disiram itu terjadi semburan uap panas dan mengenai dua orang karyawan. Akibat kejadian itu kedua karyawan mengalami luka yang langsung dilarikan ke rumah sakit,” kata Dedy Kurniawan dalam pernyataan yang direkam, Jumat (14/6).








