Sementara itu, Perdana Menteri Yordania Bisher Khasawneh mengatakan bahwa setiap eskalasi di wilayah tersebut akan mengarah pada “rute yang berbahaya.” Ia menambahkan bahwa semua pihak perlu mengurangi eskalasi konflik.
Ia juga menyebut bahwa angkatan bersenjatanya telah mencegat “benda terbang” sebagai bagian dari serangan Iran yang terbang di atas wilayahnya.
“Kemarin, kami telah menangani beberapa benda terbang yang memasuki wilayah udara kami dan melakukan pencegatan agar tidak membahayakan keselamatan rakyat kami dan kawasan permukiman yang padat,” kata Khasawneh.
“Saya mengutuk keras peningkatan ketegangan secara signifikan berupa serangan berskala besar yang dilancarkan Republik Islam Iran ke Israel pada malam ini,” kata Guterres dalam sebuah pernyataan tertulis pada Sabtu (13/4) malam. “Saya sangat khawatir akan bahaya nyata dari eskalasi yang menghancurkan di seluruh kawasan (Timur Tengah).”
Senada dengan Guterres, Paus Fransiskus dalam khotbahnya pada hari Minggu (14/4) mendesak Iran dan Israel untuk menghindari serangan-serangan baru yang menyeret Timur Tengah ke konflik yang lebih luas. Paus kerap menyerukan gencatan senjata segera di Gaza, dan meminta pihak-pihak yang bertikai untuk menempuh perundingan.
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian menyatakan bahwa negaranya tidak berniat untuk melanjutkan operasi militer terhadap Israel.
“Saat ini, Republik Islam Iran tidak berniat melanjutkan serangan defensif,” tulisnya di platform media sosial X. Ia menambahkan, “Namun jika diperlukan, Iran tidak akan ragu untuk melindungi kepentingannya yang sah dari serangan baru.”
Amirabdollahian menyebut serangan itu sebagai “penggunaan hak pertahanan (negara) yang sah” dan bahwa tindakan mereka menunjukkan pendekatan Iran yang bertanggung jawab terhadap “perdamaian dan keamanan regional dan internasional.”
Penduduk Israel di Yerusalem mengatakan bahwa mereka tidak menginginkan perang dengan Iran, setelah negara tersebut berada dalam situasi siaga tinggi pada hari Minggu (14/4) pascaserangan drone dan rudal Iran. [Red]#VOA








