“Semalam, Iran meluncurkan rentetan rudal dan drone melintasi Timur Tengah ke arah Israel. Ini adalah eskalasi yang berbahaya dan tidak perlu, yang saya kutuk dengan keras. Berkat upaya terkoordinasi internasional yang melibatkan Inggris, hampir semua rudal tersebut berhasil dicegat sehingga menyelamatkan nyawa tidak hanya di Israel, tetapi juga di negara-negara tetangga seperti Yordania,” kata Sunak.
Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock pada hari Minggu (14/4) mengatakan bahwa Iran “terkucilkan.” Ia menyerukan diakhirinya kekerasan di wilayah tersebut.
“Kecaman dari seluruh dunia dan dukungan penting dari AS, Inggris, dan juga dari kawasan itu menunjukkan dua hal dengan sangat jelas: Iran terkucilkan dengan perilaku agresifnya yang ingin mengacaukan seluruh kawasan, dan kemampuan Israel menunjukkan bahwa Israel kuat, Israel dapat melindungi dirinya sendiri,” tegasnya.
Kanselir Jerman Olaf Scholz juga memperingatkan Iran agar tidak melakukan serangan lebih lanjut terhadap Israel, sementara konflik yang meningkat di Timur Tengah, membayangi lawatan ke China selama tiga hari.
Hal senada disampaikan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. “Kami mendukung Israel. Setelah mendukung serangan brutal Hamas pada 7 Oktober, tindakan terbaru rezim Iran akan semakin mengacaukan stabilitas kawasan dan membuat upaya perdamaian yang langgeng menjadi semakin sulit,” kata Trudeau dalam sebuah pernyataan.
Timur Tengah Bereaksi
Kementerian Luar Negeri Afghanistan, yang merupakan bagian dari pemerintahan Taliban, mengeluarkan pernyataan yang mendukung Iran pada Sabtu (13/4), dengan menyatakan bahwa aksi Israel adalah “bentuk kelanjutan dari kejahatan mereka dan bertentangan dengan semua norma diplomatik dan hukum internasional” melalui serangan tanggal 2 April ke konsulat Iran di Suriah, yang menewaskan 12 orang.
“Sebagai tanggapan, Republik Islam Iran menggunakan haknya yang sah untuk membela diri tadi malam,” menurut pernyataan itu. Ditambahkan, Kementerian Luar Negeri Afghanistan juga menuduh Israel berusaha “mengalihkan perhatian dunia dari genosida terhadap lebih dari 33.000 warga sipil di Gaza, dengan menerobos wilayah udara negara-negara berdaulat dan provokasi yang bertujuan meningkatkan ketegangan regional.”
Dalam pesan di aplikasi Telegram, Mohamed Abdel Salam, juru bicara Houthi, mengatakan bahwa Israel “tidak akan bisa lepas dari kejahatannya tanpa hukuman.”








