Reaksi Beragam atas Upaya ICC Perintahkan Penangkapan Pemimpin Israel dan Hamas

  • Whatsapp
Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) Karim Khan berbicara saat konferensi pers (foto: dok).

“Saya perjelas, kami menolak pengajuan ICC untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap para pemimpin Israel. Apapun maksud dari surat perintah tersebut, tidak ada kesetaraan antara Israel dan Hamas,” ujar Presiden AS Joe Biden.

Meski Netanyahu dan Gallant tidak ditahan dalam waktu dekat, pengumuman pada Senin (20/5) lalu itu merupakan pukulan simbolis yang semakin mengisolasi Israel terkait perang di Gaza.

Kementerian Luar Negeri Qatar pada Selasa (21/5) menyampaikan bahwa negaranya akan menunggu keputusan dari Mahkamah Pidana Internasional mengenai surat tersebut sebelum mengambil tindakan.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Qatar adalah mediator utama dalam perang antara Israel dan Hamas di Gaza. Ismail Haniyeh, pemimpin tertinggi kelompok militan Hamas, berbasis di Qatar. Sama seperti Israel, Qatar juga bukan anggota ICC.

“Bukan kami yang harus mengantisipasi apa yang akan diputuskan oleh mahkamah itu mengenai pengajuan (perintah penangkapan) oleh jaksa penuntut. Dan saat mahkamah menetapkan keputusannya, kami akan menentukan sikap (kami) terhadap keputusan itu,” jelas Majed al-Ansari, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar.

Al-Ansari menambahkan, ada komunikasi dengan beberapa pihak, termasuk Amerika Serikat, untuk mencoba “mengalirkan air yang tersumbat”, mengacu pada negosiasi gencatan senjata yang mengalami kemacetan itu.

Reaksi dari negara-negara Eropa juga beragam.

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak menilai langkah tersebut merupakan “perkembangan yang sangat tidak membantu”. Sementara Menteri Irlandia untuk Eropa, Jennifer Carroll MacNeill, menyampaikan bahwa negaranya mendukung independensi ICC dan “akan membiarkan mahkamah itu menjalani prosesnya”.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *