Iran Berduka, Sementara Penentang Raisi Rayakan Kematiannya

  • Whatsapp
Sejumlah warga memegang poster mendiang Presiden Iran Ebrahim Raisi saat berkumpul di pusat kota Tehera, Iran, untuk mengenang kepergian sang presiden, pada 20 Mei 2024. (Foto: AP/Vahid Salemi)

| DN – Ketika para penguasa Islam di Iran memperingati periode berkabung selama lima hari atas kematian Presiden Ebrahim Raisi dalam kecelakaan helikopter yang terjadi di barat laut negara itu pada hari Minggu (19/5), banyak warga Iran yang menentang Republik Islam itu merayakan kematian Raisi di dalam negeri, di luar negeri, dan di media sosial.

Raisi, yang meninggal pada usia 63 tahun, dicerca oleh para penentang pemerintah Islam otoriter Iran, karena berperan penting sebagai jaksa yang memerintahkan pembunuhan massal terhadap tahanan politik pada tahun 1988. Ia juga menggunakan kekuasaan kepresidenannya untuk menekan gerakan protes hak-hak perempuan dengan kekerasan. Gelombang aksi protes itu meletus secara nasional pada akhir tahun 2022 dan berlanjut hingga tahun 2023.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *