Putin: Sang Autokrat yang Incar Tatanan Dunia Baru

  • Whatsapp
Presiden Vladimir Putin menyampaikan pesan Tahun Baru setelah kunjungan pejabat militer di Rusia, 31 Desember 2022. (Foto: Kremlin via AP)

Negara-negara Barat menerapkan sanksi yang secara efektif memisahkan Rusia dari sistem perbankan global, menyebabkan Rusia terisolasi.

Pada Oktober 2023, Putin menuding Eropa menciptakan “Tirai Besi baru” dan mengatakan Rusia sedang membangun “dunia baru” yang tidak didasarkan pada hegemoni Barat.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ia juga semakin mendorong agenda nasionalisme dan konservatisme sosial dalam negeri, termasuk menelurkan undang-undang yang menentang komunitas LGBTQ di Rusia.

Sebagai persona non-grata di antara para pemimpin Barat setelah invasi ke Ukraina, orang kuat Rusia ini berupaya beralih ke timur, merayu India dan China dengan iming-iming peningkatan ekspor energi.

Persona non-grata adalah istilah bahasa Latin dalam kancah diplomasi internasional yang berarti melarang orang itu hadir di suatu tempat atau negara.

Setelah mengalami kejatuhan pada 2022, ekonomi Rusia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada tahun lalu, meskipun mengalami inflasi tinggi, depresiasi rubel, dan peningkatan yang signifikan dalam belanja militer.

Konflik tersebut tidak mencapai tujuan utamanya untuk menjatuhkan pemerintahan Ukraina, dan sebagai akibatnya, Rusia mengalami serangkaian kegagalan yang memalukan karena kekuatan pertahanan dari pasukan Ukraina yang jauh lebih kecil.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidatonya pada parade militer Hari Kemenangan yang menandai peringatan 78 tahun berakhirnya Perang Dunia II di Lapangan Merah di Moskow, Rusia, Selasa, 9 Mei 2023. (Foto: Kremlin via AP)
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidatonya pada parade militer Hari Kemenangan yang menandai peringatan 78 tahun berakhirnya Perang Dunia II di Lapangan Merah di Moskow, Rusia, Selasa, 9 Mei 2023. (Foto: Kremlin via AP)

Percaya Diri

Namun, dengan konflik yang kini memasuki tahun ketiga, Putin semakin percaya diri berbicara tentang prospek Rusia di medan perang. Padahal ia sebelumnya menghindari topik tersebut.

Pasukan Rusia berhasil menahan serangan balasan dari Ukraina, sementara terdapat keraguan apakah Kyiv mampu mempertahankan garis depannya mengingat Barat menunda bantuan pasokan militer yang sangat dibutuhkan.

Pada Februari, pasukan Rusia berhasil merebut bekas benteng pertahanan Ukraina di Avdiivka, yang menandai kemenangan wilayah besar pertama bagi Moskow setelah lebih dari satu tahun pertempuran untuk menguasai kota tersebut.

Hampir dua minggu setelahnya, pemimpin Kremlin menunjukkan sikap yang menantang dalam pidato kenegaraannya, bersumpah bahwa pasukannya akan bertahan hingga akhir.

“Mereka tidak akan mundur, tidak akan gagal, dan tidak akan mengkhianati,” tegas Putin. [Red]#VOA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *