Boris Yeltsin, presiden pertama Rusia, mengangkatnya sebagai kepala dinas keamanan FSB pada 1998 dan sebagai perdana menteri pada tahun berikutnya.
Harapan Reformasi Awal
Strategi tersebut merupakan rencana yang disusun dengan teliti, mencapai puncaknya saat dia ditunjuk sebagai penjabat presiden setelah Yeltsin mengundurkan diri.
Putin memenangkan pemilihan presiden pertamanya pada Maret 2000 dan masa jabatan kedua pada 2004.
Pada awalnya, banyak pihak berharap bahwa terpilihnya Putin akan membuat Rusia melakukan reformasi total. Dan sosok Putin juga diharapkan dapat menjadi mitra demokratis yang dapat diandalkan bagi Barat di panggung global.
Putin berhasil mendapatkan dukungan dari penduduk Rusia dengan janji untuk menciptakan stabilitas di negara yang pada saat itu masih dalam tahap pemulihan dari satu dekade kesulitan dan kekacauan ekonomi setelah runtuhnya Uni Soviet.
Setelah menjabat sebagai presiden dua kali, Putin kembali ke jabatan perdana menteri pada 2008. Langkah ini diambil untuk menghindari batasan konstitusional yang melarang seseorang memegang jabatan presiden lebih dari dua periode berturut-turut.
Namun ia tetap memegang kendali kekuasaan dan kembali menjadi presiden pada 2012 meskipun terjadi protes pro-demokrasi di Moskow. Ia juga berhasil menang untuk masa jabatan keempat pada 2018.
Dia memenjarakan kritikusnya yang paling vokal, Alexey Navalny, pada 2021 dan menjebloskannya ke bui selama tiga tahun hingga menjempul ajal pada Februari 2024.
Tindakan represi terhadap gerakan oposisi meningkat setelah dimulainya perang di Ukraina.
Ribuan warga Rusia dijatuhi hukuman penjara yang panjang dengan menggunakan undang-undang sensor baru.
Tirai Besi Baru










