( DN ) – Selama dua puluh tahun terakhir, Presiden Rusia Vladimir Putin berhasil mengokohkan sistem represif di dalam negeri dan meningkatkan ketegangan dengan Barat. Dan diperkirakan pemilihan presiden yang akan berlangsung pada Minggu (17/3) akan menghasilkan kemenangan besar kelima bagi Putin.
Sejak menjabat menjadi orang nomor satu di Kremlin pada malam Tahun Baru 1999, Putin, yang sebelumnya adalah agen rahasia KGB yang tak dikenal, berhasil menancapkan kekuasaannya dengan menundukkan para oligarki. Dia melarang segala bentuk oposisi yang nyata, dan mengubah Rusia menjadi negara otoriter.
Kritikusnya yang paling vokal, Alexey Navalny, meninggal di koloni penjara Arktik secara misterius pada bulan lalu. Barisan oposisi lainnya juga menjalani hukuman penjara yang lama atau memilih melarikan diri ke pengasingan.
Dari luar negeri, Putin yang berusia 71 tahun mempelopori upaya untuk menantang dominasi Barat.
Cengkeraman kekuasaannya semakin erat setelah ia menginvasi Ukraina pada Februari 2022. Munculnya perbedaan pendapat masyarakat terkait perang akan dibungkam, lewat proses pengadilan dan hukuman penjara.
Jika Putin kembali berkuasa, pemerintahannya berisiko akan ditentukan oleh perang di Ukraina yang telah menelan ribuan korban jiwa dan memicu sanksi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya hingga menyebabkan tekanan dalam perekonomian Rusia.
Gelombang protes menerpa Rusia setelah ia memerintahkan pasukannya merangsek ke Ukraina pada 24 Februari 2022 dini hari. Namun, protes-protes tersebut berhasil segera dibubarkan.
Hentikan Pemberontakan
Meski demikian, gelombang protes kembali terjadi beberapa bulan ketika pemerintahnya mengumumkan mobilisasi parsial, menyusul kegagalan Moskow menggulingkan pemerintah Ukraina selama konflik awal.
Pemberontakan berdarah ini dapat merusak citra yang dibangunnya sendiri sebagai seorang master strategi. Hal tersebut bisa menjadi situasi yang tidak menyenangkan bagi seorang pemimpin yang sering membandingkan dirinya dengan Peter yang Agung, seorang kaisar yang dikenal sebagai pemikir reformis dan penguasa yang berhasil memperluas wilayah Rusia.
Namun dalam beberapa bulan terakhir, Putin menunjukkan kekuasaannya yang bertahan lama.
Oposisi dalam negeri sebagian besar bungkam, perekonomian kembali tumbuh, militer Rusia berhasil menguasai wilayah timur Ukraina dalam beberapa pekan terakhir, dan Putin kembali melakukan lawatan ke luar negeri.
Putin memulai kariernya sebagai perwira intelijen sebelum memulai karier politik di kantor wali kota di kota asalnya, Saint Petersburg, pada 1991, ketika Uni Soviet runtuh.










