Namun, imbuhnya, selama Gibran belum memutuskan untuk berlabuh ke partai yang identic dengan warna kuning itu, maka Golkar belum bisa mengambil keuntungan dari situasi ini.
Meski Golkar terlihat gencar menggaungkan soal generasi muda, Umar beranggapan langkah tersebut sedikit terlambat saat ini.
Duet Prabowo-Gibran
Golkar ikut serta dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, pasangan calon nomor 02. Melibatkan Prabowo yang mewakili kelompok usia tua dan Gibran sebagai wajah muda, hal tersebut seiring sejalan dengan kebijakan Golkar yang sedang fokus memperoleh dukungan dari generasi muda. Keikutsertaan Gibran bukan hanya sekadar representasi anak muda, tetapi juga mencerminkan usaha Golkar dalam membangun hubungan dengan pemilih muda.
Airlangga Hartato mengakui bahwa representasi figur merupakan isu penting dalam keberhasilan memenangkan pemilu.
“Dari pasangan capres dan cawapres yang lain, usianya semua di atas 50. Kita tahu generasi muda merupakan generasi milenial dan generasi Z. Jumlah populasi generasi milenial dan generasi Z adalah 120 juta orang, 53 persen. Sehingga kami berharap Mas Gibran bisa memanfaatkan bonus demografi yang produktif ini,” ujarnya pada 21 Februari 2023.
Seakan ingin mempertegas perbedaan generasi dengan cawapres lain, Gibran tampil mengenakan jaket berlogo serial manga Jepang, Naruto, dalam sesi debat cawapres putaran terakhir pada 21 Januari 2024. Bahkan pada segmen penutupan debat, Gibran juga menyitir istilah yang popular di kalangan muda.
“Tantangan zaman, membutuhkan solusi zaman now. Tantangannya adalah bagaimana kita mencari titik tengah, titik keseimbangan,” katanya.
Sejumlah sigi yang dilakukan lembaga survei memang menunjukkan pasangan 02 selalu berada di urutan teratas dibandingkan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Yang terbaru, hasil jajak pendapat Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 10-11 Januari 2024 kembali menegaskan dominasi pasangan Prabowo dan Gibran. Paslon nomor 2 itu , mengukuhkan posisi mereka sebagai pilihan favorit di kalangan pemilih dengan meraih dukungan hampir 47 persen
Padahal banyak pihak yang masih terus mengangkat isu pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan penculikan yang terjadi ketika Prabowo masih menjabat sebagai komandan jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada 1998.
“Anak muda sekarang sudah nggak mempan dengan isu HAM, penculikan. Udah nggak ada dalam otak mereka. Udah bukan di dunia mereka. Jadi sia-sia mengangkat isu-isu HAM dalam pilpres tahun ini,” tukas Umar Bakry. [Red]#VOA









