Prestasi, Poles Diri atau Stagnasi, Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Yes-dirham

  • Whatsapp

Berhenti memoles diri

Di era keterbukaan dan kemajuan teknologi informasi, masyarakat sekarang semakin memiliki keberanian dan kecerdasan dalam mengulik data, fakta hingga menyampaikan pikiran, dan kritik tajam, mereka ini lah yang kemudian disebut dengan istilah netizen.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Maka dengan melihat kondisi Lamongan saat ini, jikalau masih ada masyarakat Lamongan yang menyebut Yes-Dirham tidak ada bedanya dengan sebelumnya alias stagnasi, jangan disalahkan, begitulah suara nitizen dalam mengekspresikan kenyataan dan fakta dilapangan.

Ramadhan merupakan bulan yang penuh kemuliaan, alangkah indahnya bila di bulan yang penuh berkah ini ada pengakuan secara terbuka sambil bersafari Ramadhan bersama masyarakat akar rumput dari duet Yes-Dirham bahwa dalam satu tahun ini memang masih belum memberikan yang terbaik bagi masyarakat Lamongan, yang tentu saja kemudian harus mau menerima segala kritik dan masukan daripada harus terus memoles citra dan melestarikan pencitraan yang sesungguhnya mengkorbankan masyarakat untuk kepentingan elektoral 2030, padahal dinamika politik masih penuh dengan ketidakpastian. Karena bisa jadi Pilkada 2030 tidak dipilih secara langsung oleh rakyat, tapi dikembalikan melalui DPRD.

Penulis : Numan Suhadi (Sekretaris eksekutif Madani Indonesia collage)

[EDITOR: NH]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *