Abdul Rohim menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas merupakan fondasi utama dalam setiap program strategis nasional, terutama yang menyentuh kebutuhan dasar anak-anak Indonesia. “Jika struktur anggarannya sudah jelas, maka implementasinya juga harus jelas dan terukur. Standar gizi wajib terpenuhi, kualitas makanan harus layak, dan tidak boleh ada selisih yang merugikan peserta didik,” tegasnya.
Ia mendorong penguatan sistem pengawasan internal, audit independen, serta keterbukaan laporan penggunaan anggaran kepada publik. Menurutnya, program skala besar seperti MBG harus dilengkapi mekanisme kontrol yang ketat untuk mencegah inefisiensi maupun potensi penyimpangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Lebih dari itu, evaluasi menyeluruh sangat penting agar program ini tidak hanya baik secara konsep, tetapi juga optimal dalam pelaksanaannya. Program MBG adalah simbol kehadiran negara dalam menjamin pemenuhan gizi generasi penerus bangsa, sehingga integritas dan kredibilitasnya harus tetap dijaga,” ujarnya.








