Prabowo Kaji Pengembangan Kendaraan Listrik Buatan Indonesia

  • Whatsapp
MORINO EV adalah kendaraan taktis ringan roda 4 berbahan bakar elektrik untuk mendukung operasi dengan mobilitas tinggi. (Foto: pindad.com)

Diwawancarai secara terpisah, pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan jika ingin membuat mobil listrik sendiri, Indonesia harus membuat peta jalan yang jelas lebih dulu – dari hulu ke hilir.

“Sejak awal harus ada roadmap dari hulu sampai ke hilir. Kemudian mobil listriknya secara bertahap itu harus dikembangkan di Indonesia, bukan diimpor seperti sekarang ini. Kalau mengimpor itu hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar dari produsen luar negeri saja,” ungkap Fahmy.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Untuk mengembangkan secara bertahap, pemerintah bisa melibatkan investor asing dengan syarat membangun pabrik dan produksi di Indonesia, serta alih teknologi yang signifikan, tambahnya.

“Itu yang saya maksud komprehensif dari hulu ke hilir, vertikal dan juga horizontal. Maka dalam waktu 15 tahun lah, itu kita sudah bisa menjadi produsen mobil listrik baik untuk pasar dalam negeri maupun pasar ekspor. Jadi hilirisasi harusnya menciptakan industrialisasi dari hulu ke hilir. Kalau itu sudah tercipta dengan baik, maka pada saat itulah Indonesia akan menjadi negara maju karena pertumbuhan ekonominya ditopang oleh industri manufaktur dan bukan ditopang oleh konsumsi yang saat ini sangat rentan,” tuturnya. (Red)#VOA