“Jadi kalau kita lihat dari usahanya, memang sudah cukup lama untuk menghasilkan mobil listrik. Misalnya Institute Teknologi Sepuluh November (ITS) yang sudah mengeluarkan prototipe. Setahu saya juga Pindad sudah mengeluarkan prototipe mobil listrik. Jadi kalau dari sisi desain dan rancangan sudah ada. Tentunya yang jadi pertanyaan, kalau mau bangun mobil listrik itu untuk segmen apa?,” ujar Fabby.
Untuk tahap awal, Fabby menyarankan pemerintah untuk tidak memproduksi mobil listrik secara massal karena justru akan menambah sesak jalanan ibu kota.
“Yang utama kita kalau mau mengembangkan jangan masuk ke mobil penumpang yang sudah crowded. Jadi, harus mencari segmen lain misalkan apa? Yang dibutuhkan Indonesia itu mungkin untuk kendaraan pedesaan atau angkutan pedesaan bisa roda tiga atau roda empat. Mereka butuh yang affordable misalnya untuk petani mengangkut produk pertanian, itu mungkin inovasi yang bisa di buat oleh Indonesia,” jelasnya.
Peta Jalan









