Iptu Fathur menjelaskan, Slamet menyuruh Kh untuk mendekati korban. Saat malam pertemuan, korban diajak masuk ke dalam mobil Innova putih yang sudah diganti plat untuk mengelabuhi.
Korban kemudian duduk di kursi depan sebelah kiri sopir. Sementara Kh yang menghubungi korban juga berperan sebagai sopir. Saat korban duduk, tersangka lain yakni Ri berusaha menjerat korban.
Korban yang berontak kemudian menengok ke belakang dan mengetahui bahwa ada Slamet di sana. Mengetahui keberadaan Slamet, korban langsung berteriak minta tolong.
Namun tersangka S ini justru melakukan penganiayaan dengan menusuk paha korban dengan gunting. Tapi beruntungnya korban berhasil diselamatkan. Kami yang mendapat laporan langsung bergerak cepat menuju ke lokasi untuk pengamanan. Korban langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Kediri untuk mendapatkan perawatan medis,” terang Iptu Fathur.








