Pada Senin, aktivis mahasiswa menyerukan pawai menuju ibu kota Dhaka untuk menentang diberlakukannya jam malam nasional dan mendesak Hasina mundur. Desakan itu muncul setelah bentrokan mematikan di seluruh negeri yang menewaskan hampir 100 orang sehari sebelumnya. Bulan lalu, sekitar 150 orang tewas di tengah pelaksanaan demonstrasi.
Setidaknya enam orang tewas dalam bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa di daerah Jatrabari dan Dhaka Medical College pada Senin (5/8), menurut laporan surat kabar Daily Star. Reuters belum dapat memverifikasi laporan tersebut.
Bangladesh telah dilanda protes dan kekerasan yang meletus pada bulan lalu setelah kelompok mahasiswa mendesak penghapusan sistem kuota yang kontroversial dalam jabatan pemerintahan.








