| DN – Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, Senin (5/8), memutuskan untuk mundur dan meninggalkan negara tersebut, menurut beberapa laporan. Keputusan tersebut diambil setelah kekerasan yang paling mematikan sejak negara Asia Selatan itu berdiri lebih dari lima dekade lalu menyebabkan jumlah korban terus meningkat.
Jenderal Waker-Us-Zaman, Kepala Angkatan Darat, mengungkapkan dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa Hasina, 76, telah meninggalkan negara tersebut dan pemerintah sementara akan segera dibentuk.
Menurut laporan media, dia terbang menggunakan helikopter militer bersama saudara perempuannya dan sedang menuju India. Saluran televisi CNN News 18 melaporkan bahwa dia telah mendarat di Agartala, ibu kota negara bagian Tripura di timur laut India.








