Tidak hanya “Furra Isufi” yang menyajikan piltaka. Semua restoran di Prizren juga menawarkan roti itu saat acara berbuka puasa. Roti tersebut disantap bersama daging, kurma, zaitun, dan hidangan gurih lainnya.
Seperti halnya di banyak negara, kegiatan iftar kerap menjadi ajang bersosialisasi bagi sesama Muslim di Kosovo. Dan ini dibenarkan oleh Munir Basha, seorang warga.
“Ramadan sangat berarti di Prizren karena sebagian besar warga menjalankan ibadah puasa. Selama bulan Ramadan, cara hidup berubah. Yang menjadi ciri khas Ramadan di Prizren adalah masyarakatnya lebih bersosialisasi. Buka puasa diadakan untuk anggota keluarga dan teman. Toko roti buka hampir sepanjang malam hingga sahur karena menu khas Prizren selama Ramadan adalah pitalka dengan telur.” [ab/lt]








