TUBAN | DN – Menghabiskan waktu bersama keluarga tidak selalu harus dengan biaya mahal. Suasana sederhana di tengah hamparan persawahan justru mampu menghadirkan kebahagiaan tersendiri, seperti yang dirasakan Sukamto bersama istrinya, Utami, dan putra sulung mereka, Evan.
Di sela waktu senggang, keluarga kecil itu memilih menikmati suasana alam pedesaan sambil mencari tanaman genjer di area persawahan sekitar tempat tinggal mereka. Aktivitas sederhana tersebut menjadi hiburan murah yang jarang mereka lakukan di tengah kesibukan sehari-hari.
Sukamto, yang akrab disapa Kamto, mengaku teringat pesan pimpinan di kantornya mengenai sayuran genjer. Menurut cerita yang ia dengar, genjer dapat menjadi sajian lezat dan menggugah selera apabila diolah dengan cara yang tepat.
Rasa penasaran membuat Kamto mengajak keluarganya berburu genjer di persawahan. Namun karena belum terlalu mengenal bentuk tanaman tersebut, dirinya sempat khawatir salah memilih tanaman liar lainnya.
Sebagai pasangan muda yang akrab dengan teknologi, Kamto pun memanfaatkan aplikasi kecerdasan buatan (AI) melalui gawainya untuk mencari informasi mengenai ciri-ciri tanaman genjer hingga cara pengolahannya.
Dari informasi yang diperoleh, genjer merupakan sayuran tradisional yang memiliki tekstur renyah dan cita rasa khas. Agar tidak terasa pahit dan warnanya tetap hijau segar, genjer sebaiknya diremas menggunakan sedikit garam setelah dipotong, lalu diperas airnya. Cara lain, genjer dapat dicelupkan sebentar ke dalam air panas sebelum dimasak.
Beragam olahan genjer pun cukup populer di masyarakat. Salah satunya adalah tumis genjer terasi pedas yang dikenal memiliki aroma harum dan rasa gurih menggoda. Hidangan ini biasanya menggunakan bumbu bawang merah, bawang putih, cabai, serta terasi yang ditumis hingga matang sebelum dicampur dengan genjer segar.
Selain itu, ada pula tumis genjer oncom yang memadukan rasa gurih khas oncom dengan tekstur lembut genjer. Bagi pecinta makanan sederhana bercita rasa tradisional, menu ini menjadi salah satu favorit masyarakat Sunda.
Olahan lain yang tidak kalah menarik ialah oseng genjer ebi atau ikan teri. Tambahan ebi maupun teri memberikan rasa asin gurih alami yang semakin menambah kenikmatan saat disantap bersama nasi hangat.
Sementara bagi penikmat masakan berkuah, genjer juga dapat diolah menjadi sayur lodeh santan dengan campuran rempah-rempah seperti kunyit, kemiri, kencur, daun salam, dan lengkuas yang menghasilkan aroma khas menggoda selera.
Bagi Kamto dan keluarganya, kegiatan sederhana mencari genjer bukan hanya sekadar berburu bahan makanan tradisional. Momen tersebut menjadi cara menikmati kebersamaan keluarga di tengah alam terbuka sekaligus mengenalkan kembali kekayaan kuliner tradisional yang mulai jarang diperhatikan generasi muda.
Kehangatan keluarga, suasana persawahan, dan sajian tradisional sederhana menjadi perpaduan yang menghadirkan kebahagiaan tanpa harus mengeluarkan biaya besar. [SKT]








