Stephanie Iskandar mengatakan banyak anak muda yang hanya tahu sedikit tentang sejarah negara ini karena sangat dipengaruhi oleh media sosial tim kampanye Prabowo.
“Mereka menjadi sangat rentan dengan semua komunikasi politik, dengan cara anak muda dan dengan TikTok,” jelasnya.
Putri Ayu Ramadianti, yang juga seorang mahasiswa, mengaku mendapat banyak informasi tentang Prabowo dari media sosial. Dia menepis kaitan Prabowo dengan pelanggaran hak asasi manusia.
“Kita belum tahu siapa pelaku sebenarnya, tapi Prabowo yang dituduh,” tukasnya.
Philips Vermonte, dekan Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Islam Internasional Indonesia, mengatakan banyak persoalan pada masa lalu republik ini yang tidak terlalu berpengaruh pada generasi muda.
“Pada 1998, mereka berada di taman kanak-kanak atau sekolah dasar, jadi mereka tidak benar-benar memiliki atau berbagi kenangan kolektif tentang pemerintahan otoriter,” ujarnya.
Mendekati hari pencobolosan pada 14 Februari, para aktivis khawatir bahwa pencitraan Prabowo akan terbukti lebih berpengaruh dibandingkan sejarah masa lalunya. [Red]#VOA








