“Mudah mudahan sinergi ini membawa energi yang bagus untuk perubahan desa Balun ini. Harapan kami, nilai-nilai yang terkandung dalam pembakaran ogoh ogoh ini membawa kebaikan untuk kita semua,” ujarnya.
Selain itu Khusyairi menambahkan, jika dalam peringatan hari Raya Nyepi tahun 1946 saka. Pengunjung yang melihat pawai ogoh-ogoh mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Di tahun sebelumnya ada promosi yang masif dan jumlah patung ogoh-ogoh lebih banyak,” imbuhnya.
Kepala Desa Balun, H. Khusyairi mengatakan tak kurang dalam setiap acara festival ogoh-ogoh, untuk pendapatan bersih dari sektor karcis parkir kendaraan yang dihasilkan mencapai Rp 7 juta.








