Perayaan Hari Raya Nyepi dan Meriahnya Pawai Ogoh-ogoh di Desa Pancasila

  • Whatsapp

Patung ogoh-ogoh setlah diarak keliling desa kemudian dikumpulkan di lapangan desa, setelah hampir matahari terbenam sekitar pukul 17.00 WIB, untuk semua patung ogoh-ogoh selanjutnya dibakar.

Dari penuturan yang kami peroleh dari Pemangku Pura Sweta Maha Suci, Ngarijo, Ogoh-ogoh itu merupakan pengambaran gambarkan Buto sebagai lambang nafsu. “Sebelum melaksanakan Nyepi, 9 Ogoh-ogoh terdiri dari 8 besar untuk dewasa dan 1 kecil buat anak-anak kami arak keliling kampung. Kemudian dibakar di lapangan desa,” jelas Ngarijo.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Perayaan Hari Raya Nyepi Dan Meriahnya Pawai Ogoh Ogoh Di Desa Pancasila 3Sementara itu, dalam sambutan sebelum pembakaran ogoh ogoh, Kepala Desa Balun, H. Khusyairi, menyampaikan terlaksananya pawai ogoh-ogoh peringatan hari raya nyepi ini adalah berkat kerja sama pemerintah desa serta tokoh lintas agama di Desa Balun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *