Perang Israel-Hamas, Rusia-Ukraina dan Sudan Jadi Fokus Sidang PBB

  • Whatsapp
Suasana Sidang Majelis Umum PBB di New York yang dibuka oleh Presiden UNGA Philémon Yang dari Kamerun di Markas PBB, Kota New York, Selasa, 24 September 2024. (Foto: Angela Weiss/AFP)
Presiden AS Joe Biden berpidato di hadapan Sidang Majelis Umum PBB di New York, Selasa, 24 September 2024. (Foto: Elizabeth Frantz/Reuters)
Presiden AS Joe Biden berpidato di hadapan Sidang Majelis Umum PBB di New York, Selasa, 24 September 2024. (Foto: Elizabeth Frantz/Reuters)

Biden juga menggunakan pidato itu untuk mendorong diakhirnya konflik di Timur Tengah dan perang saudara di Sudan yang berlangsung selama 17 bulan.

“Saya menyadari tantangan yang ada – mulai dari Ukraina, Gaza, Sudan, dan seterusnya. Perang, kelaparan, terorisme, kebrutalan, pengungsian yang memecahkan rekor, krisis iklim, demokrasi yang terancam kecerdasan buatan, dan risiko yang signifikan. Daftarnya masih panjang. Tapi mungkin karena semua yang telah saya lihat dan semua yang telah kita lakukan bersama selama beberapa dekade, saya punya harapan. Saya tahu ada jalan (keluar) di depan,” ujar Biden.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang berada di PBB sebagai wakil pemerintah Indonesia, baru akan bicara pada Sabtu (28/9). Namun Ibu Retno – yang baru-baru ini telah diangkat sebagai Utusan Khusus untuk Masalah Air Dunia – sudah memiliki agenda yang sangat padat.

Pada Selasa (24/9), Menlu Retno melangsungkan pertemuan bilateral dengan Direktur Bank Dunia Urusan Air Saroj Kumar, Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia Cindy McCain, dan Utusan Khusus Sekjen PBB Untuk Masalah Myanmar Julie Bishop. [Red]#VOA