“Ini sangat meresahkan. Anak-anak sekolah lalu lalang setiap hari, tapi penjualan miras justru dilakukan terang-terangan. Kami khawatir dampaknya ke generasi muda,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga menilai keberadaan penjual miras di dekat sekolahan sangat bertentangan dengan norma sosial, moral, serta aturan yang berlaku. Selain itu, peredaran miras dikhawatirkan memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), seperti tawuran, mabuk-mabukan, hingga tindak kriminal lainnya.








