Polisi telah memeriksa ayah, tante, dan rekan kerja korban. Dari keterangan mereka, diketahui korban sempat mengirim pesan bernada perpisahan pada 12 April 2026, sehari yang diduga menjadi waktu kematiannya. Kepada ayahnya, korban mengirim pesan suara singkat: “Terima kasih ya pa.” Sementara kepada tantenya, ia menulis: “Makasih banyak ya mbak, maaf ga bisa jadi sempurna.”
Saat olah TKP, petugas menemukan sebilah pisau berlabel Mr DIY di bawah jasad korban. CCTV toko menunjukkan korban sendiri yang membeli pisau tersebut pada 12 April siang, bersamaan dengan pembelian sebuah pulpen. Usai berbelanja, korban tercatat memesan layanan ojek daring menuju Wisata Bajak Laut, yang lokasinya hanya sekitar 100 meter dari kebun jagung tempat jasad ditemukan. Namun, rekaman CCTV di area wisata tidak berfungsi sehingga pergerakan korban selanjutnya tidak terekam.








