Pemimpin De Facto Suriah Bertemu Kelompok Kristen Minoritas

  • Whatsapp
Ahmed al-Sharaa, pemimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS) yang memimpin penggulingan pemerintah Suriah, berbicara kepada massa di Masjid Umayyad, 8 Desember 2024. (Foto: Abdulaziz Ketaz/AFP)

Sebelumnya, seorang pejabat Suriah mengatakan kepada AFP bahwa Sharaa mengadakan pembicaraan “positif” dengan delegasi Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratice Forces/SDF) yang dipimpin Kurdi pada Senin (30/12).

Pembicaraan tersebut merupakan yang pertama bagi Sharaa dengan para komandan Kurdi sejak pemberontak yang dipimpin Islamis menggulingkan orang kuat lama, Bashar al-Assad pada awal Desember. Penggulingan itu terjadi saat SDF terpojok dalam pertempuran dengan faksi-faksi yang didukung Turki di Suriah utara.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

SDF yang didukung AS memelopori serangan militer yang mengusir para jihadis dari kelompok ISIS dari wilayah terakhir mereka di Suriah pada 2019.

Namun Turki, yang telah lama memiliki hubungan dengan kelompok Hayat Tahrir al-Sham yang dipimpin Sharaa, menuduh komponen utama SDF tersebut memiliki hubungan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang telah menggerakkan pemberontakan selama empat dekade terhadap negara Turki.

Pada Minggu, Sharaa mengatakan kepada televisi Al Arabiya bahwa pasukan yang dipimpin Kurdi harus diintegrasikan ke dalam tentara nasional yang baru.

“Senjata harus berada di tangan negara. Siapa pun yang bersenjata dan memenuhi syarat untuk bergabung dengan Kementerian Pertahanan, kami akan menyambut mereka,” kata dia. [Red]#VOA