Sejak merebut kekuasaan, kepemimpinan baru Suriah telah berulang kali mencoba meyakinkan kaum minoritas bahwa mereka tidak akan disakiti, meskipun beberapa insiden telah memicu aksi protes.
MDN – Pemimpin de facto Suriah Ahmed al-Sharaa bertemu dengan pemimpin senior Kristen pada Selasa (31/12), di tengah seruan kepada pemimpin Islam tersebut untuk menjamin hak-hak minoritas setelah merebut kekuasaan awal bulan ini.
“Pemimpin pemerintahan baru Suriah, Ahmed al-Sharaa, bertemu dengan delegasi dari komunitas Kristen di Damaskus,” kata Komando Umum Suriah dalam sebuah pernyataan di Telegram.
Pernyataan tersebut menyertakan rekaman pertemuan dengan para pemimpin Katolik, Ortodoks, dan Anglikan.
Sebelumnya pada Selasa, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyerukan transisi politik inklusif di Suriah yang menjamin hak-hak masyarakat yang beragam di negara tersebut.
Dia menyatakan harapan bahwa “rakyat Suriah dapat kembali menentukan nasib mereka sendiri”.








