Pemerintah Siap Tanggapi Insiden di Laut Natuna dengan China

  • Whatsapp
FILE - Para pejabat, termasuk Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Perdana Menteri India Narendra Modi, menghadiri KTT BRICS di Kazan, Rusia, 23 Oktober 2024. (Alexei Danichev/BRICS-RUSSIA2024.RU Host Photo Agency via REUTERS)

“Di Laut China Selatan, tidak ada yang berubah dari pemerintah Indonesia. Kami akan melakukan apa yang seharusnya,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Roy Soemirat dalam konferensi pers. Ia menjawab pertanyaan wartawan apakah pengusiran kapal China itu merupakan tanda bahwa Presiden Prabowo Subianto akan lebih tegas dalam membela kedaulatan Indonesia.

“Kami sedang mengonfirmasi dan bertukar informasi. Dinamika di lapangan akan melibatkan banyak pihak,” imbuhnya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kapal Garda Pantai China telah beberapa kali terlihat berkeliaran di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia. Insiden terbaru terjadi hanya beberapa hari setelah Prabowo dilantik.

Kementerian Luar Negeri China pada minggu lalu menyatakan bahwa garda pantainya melakukan perjalanan rutin “di perairan di bawah yurisdiksi China.” Beijing menyatakan bersedia bekerja sama dengan Indonesia untuk menangani insiden itu dengan tepat.

Presiden ke-7 RI Joko Widodo berdiri di dek kapal perang KRI Imam Bonjol, di perairan Kepulauan Natuna, 23 Juni 2016. (Foto: AP)
Presiden ke-7 RI Joko Widodo berdiri di dek kapal perang KRI Imam Bonjol, di perairan Kepulauan Natuna, 23 Juni 2016. (Foto: AP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *