Pemerintah Siap Tanggapi Insiden di Laut Natuna dengan China

  • Whatsapp
FILE - Para pejabat, termasuk Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Perdana Menteri India Narendra Modi, menghadiri KTT BRICS di Kazan, Rusia, 23 Oktober 2024. (Alexei Danichev/BRICS-RUSSIA2024.RU Host Photo Agency via REUTERS)

Badan Keamanan Laut (Bakamla) mengungkapkan pada pekan lalu bahwa mereka mengusir kapal Garda Pantai China untuk ketiga kalinya dalam beberapa hari terakhir.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Roy Soemirat, menegaskan pada Kamis (31/10) bahwa posisi Indonesia di Laut China Selatan tetap konsisten. Ia memastikan pemerintah akan memberikan respons yang tepat untuk melindungi wilayahnya. Pernyataan itu disampaikan setelah kapal Garda Pantai China mengganggu kegiatan survei migas yang dilakukan perusahaan plat merah, Pertamina, pada pekan lalu.Badan Keamanan Laut (Bakamla) mengungkapkan pada pekan lalu bahwa mereka mengusir kapal Garda Pantai China untuk ketiga kalinya dalam beberapa hari terakhir. Kapal tersebut berlayar di sekitar perairan yang berjarak lebih dari 1.500 km dari daratan China. Akibatnya kehadiran kapal China itu mengganggu survei yang dilakukan oleh kapal yang dikontrak oleh Pertamina.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

China mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh Laut China Selatan dan menegaskan klaim tersebut melalui kehadiran armada kapal garda pantai di wilayah-wilayah itu. Negara-negara tetangga menuduh beberapa kapal dalam armada itu melakukan tindakan agresif, dan bahkan berupaya mengganggu kegiatan energi serta perikanan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *