Pemerintah Proyeksikan 4.000 Mobil Listrik Digunakan untuk Mudik Lebaran

  • Whatsapp
ILUSTRASI - Produsen mobil Jerman Mercedez-Benz menampilkan sistem pengisian daya pada kendaraan listrik "EQS 450 SUV" pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-30 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di Tangerang, 10 Agustus 2023. (Yasuyoshi CHIBA / AFP)

Kementerian Perhubungan memprediksi akan ada 4.000 mobil listrik yang digunakan masyarakat untuk mudik lebaran. Apakah jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sudah memadai di jalur-jalur mudik?

Kasubdit Uji Tipe Ditjen Perhubungan Kementerian Perhubungan Yusuf mengatakan kurang dari 20 persen dari jumlah mobil listrik yang ada di Indonesia akan digunakan oleh masyarakat untuk mudik lebaran tahun ini. “Populasi mobil penumpang kendaraan berbasis baterai saat ini ada 23.298 unit dengan proyeksi kurang lebih 18 persen atau sekitar 4.000 kendaraan yang berpotensi untuk melakukan perjalanan mudik di 2024,” ungkap Yusuf dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (4/4).
Yusuf menjelaskan jumlah kendaraan listrik telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Untuk jenis sepeda motor listrik jumlahnya mencapai 109.722 unit, kendaraan bermotor tiga sebanyak 320 unit, kendaraan niaga 10 unit, dan minibus 81 unit, jelasnya.Ratusan SPKLU Disiagakan

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero) Edi Sri Mulyanti mengatakan untuk memfasilitasi mudik dengan kendaraan lsitrik, ratusan SPKLU telah dipersiapkan. Setidaknya, PT PLN (persero) telah menyediakan 239 SPKLU yang tersebar di Tol Trans Jawa dan Sumatera.

“Khusus untuk mudik lebaran, kami sudah siapkan di seluruh rest area. Kami sudah bisa memasang SPKLU dengan jumlah 239 unit dengan 104 lokasi rest area. Jadi yang untuk perjalanan dari Jakarta ke arah timur maupun sebaliknya sudah kami pasang,” jelas Edi.

Guna memfasilitasi masyarakat yang menggunakan mobil listrik untuk mudik di lebaran 2024, PLN menyediakan 239 SPKLU di Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera. (Ghita Intan)

Edi menjelaskan, SPKLU yang tersedia di rest area jalan tol Trans Jawa dan Sumatera ini meliputi 41 unit ultra fast charging, 104 unit fast charging, 79 unit medium charging, dan 16 unit standard charging. Dengan berbagai jenis SPKLU ini, masyarakat nantinya bisa melakukan pengisian daya untuk kendaraan listriknya dengan waktu yang tidak terlalu lama, yakni sekitar 15 menit hingga 30 menit saja, dengan biaya Rp2.446 per kilowatt hour (kwh). Pihaknya, juga telah menyiapkan tiga unit SPKLU mobile untuk mengantisipasi antrean mobil yang ingin melakukan pengisian daya listrik.

PLN, kata Edi, juga telah menyediakan sebanyak 1.299 SPKLU yang tersebar di 872 lokasi di seluruh Indonesia. Rinciannya, 899 di Jawa, 152 Sumatera, 55 di Kalimantan, 64 di Sulawesi, 87 di Bali, delapan di Maluku, 27 di Nusa Tenggara, dan tujuh di Papua.

“Kami juga menyiapkan personel yang standby di setiap rest area. Jadi nanti kalau ada pengendara yang mungkin belum pernah melakukan pengisian daya dengan menggunakan SPKLU, bisa dipandu petugas kami yang berjaga 24 jam. Dan kami berjaga mulai H min 7 hingga H plus 7,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *