BOJONEGORO | DN – Apel siaga dan razia gabungan yang digelar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bojonegoro bersama aparat penegak hukum (APH) pada Rabu (18/2/2026) lalu, menuai kritik tajam dari kalangan pegiat anti narkotika. Alih-alih meredakan isu dugaan peredaran narkoba yang disebut-sebut dikendalikan dari balik jeruji, kegiatan tersebut justru dinilai penuh kejanggalan.
Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten Bojonegoro, Kusprianto ST, menilai razia itu tidak menunjukkan keseriusan dalam membongkar dugaan peredaran narkotika. “Sidak ini lebih terlihat sebagai upaya menutupi sorotan publik, bukan langkah nyata sesuai prosedur,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).








